Selasa, 15 Mei 2012

Elemen Jaringan

1. Elemen Jaringan
Elemen jaringan biasanya didefinisikan sebagai sebuah entitas logis dikelola menyatukan satu atau lebih perangkat fisik. Hal ini memungkinkan perangkat didistribusikan untuk dikelola dengan cara yang terpadu menggunakan satu sistem manajemen. Menurut UU Telekomunikasi tahun 1996, istilah `elemen jaringan 'berarti fasilitas atau peralatan yang digunakan dalam penyediaan layanan telekomunikasi. Istilah tersebut juga termasuk fitur, fungsi, dan kemampuan yang disediakan melalui fasilitas atau peralatan, termasuk nomor pelanggan, database, sistem sinyal, dan informasi yang cukup untuk penagihan dan pengumpulan atau digunakan dalam transmisi, routing, atau ketentuan lain dari layanan telekomunikasi.
Dengan pengembangan jaringan terdistribusi, manajemen jaringan telah menjadi suatu gangguan bagi staf administrasi. Sulit untuk mengelola setiap perangkat secara terpisah bahkan jika mereka dari vendor yang sama. Konfigurasi overhead maupun kemungkinan kesalahan konfigurasi cukup tinggi. Sebuah proses pengadaan untuk layanan dasar yang dibutuhkan konfigurasi kompleks dari berbagai perangkat. Itu juga sulit untuk menyimpan semua perangkat jaringan dan koneksi dalam daftar polos. Jaringan pendekatan penataan adalah solusi alami.

 Contoh Elemen Jaringan
Dengan penataan dan pengelompokan, sangat baik dilihat bahwa dalam setiap jaringan terdistribusi ada perangkat melakukan satu fungsi kompleks. Pada saat itu, alat-alat itu dapat ditempatkan di lokasi yang berbeda. Sebuah sentral telepon adalah contoh yang paling khas dari suatu kelompok didistribusikan perangkat. Ini biasanya berisi unit subscriber line, garis unit bagasi, beralih matriks, CPU dan hub jarak jauh. Sebuah layanan telepon dasar bersandar pada semua unit, sehingga akan lebih mudah bagi seorang insinyur untuk mengelola sentral telepon sebagai satu kesatuan kompleks meliputi seluruh unit-unit dalam.

Contoh lain yang baik dari elemen jaringan adalah sekelompok komputer. Sebuah cluster dapat menempati banyak ruang dan mungkin tidak cocok satu datacenter. Untuk solusi perusahaan, adalah umum untuk menemukan node cluster di lokasi yang berbeda, bahkan di berbagai daerah (pemukiman).


 Pemeliharaan Elemen JaringanSecara umum, TL dapat menghasilkan dua jenis informasi pemeliharaan:

        
Informasi berkaitan dengan kualitas atau kesehatan dari sinyal transmisi, dan
        
Informasi yang berhubungan dengan hardware internal sendiri / integritas perangkat lunak.Komponen fungsional pengawasan adalah pemantauan kinerja dan alarm / monitoring status, juga dikenal sebagai pengawasan alarm. Di bidang standar nasional dan internasional untuk operasi telekomunikasi, pemantauan kinerja dan pengawasan alarm diklasifikasikan sebagai subkategori dari kategori sistem yang lebih umum manajemen fungsional dari manajemen kinerja dan manajemen kesalahan, masing-masing. Pemeliharaan terdiri dari prosedur pencegahan dan korektif yang dirancang untuk (a) mencegah masalah dan mengidentifikasi masalah potensial sebelum mempengaruhi pelayanan, dan (b) mendeteksi kegagalan jaringan yang berdampak kinerja dan membuat perbaikan yang sesuai. Sebuah proses tujuh langkah pemeliharaan khas terdiri dari:

       a.
Deteksi Masalah - Mendeteksi masalah dengan pemantauan terus menerus, tes periodik, per panggilan atau per tindakan tes, atau proses otomatis lainnya.
       b. 
Masalah Pemberitahuan - Kirim notifikasi peristiwa tertentu atau kondisi ke tampilan lokal atau Sistem Operasi (OS). Pemberitahuan masalah termasuk pesan output dan alarm visual dan terdengar.
       c. 
Layanan Pemulihan - Minimalkan degradasi layanan dengan tindakan perlindungan otomatis atau manual.
       d. 
Masalah Verifikasi - Tentukan apakah kondisi dilaporkan masih ada.
       e. 
Isolasi kesulitan - kesulitan untuk Isolat sumbernya, lebih baik kepada elemen lapangan diperbaiki tunggal, misalnya, sirkuit pak.
       f. 
Perbaikan - Perbaiki atau ganti elemen rusak.
       g. 
Verifikasi dan Perbaikan Kembali Ke Layanan - Verifikasi bahwa masalah telah diperbaiki dan kembali elemen untuk layanan.Telecordia GR-474 menetapkan masalah-mendeteksi dan melaporkan kriteria kegagalan transmisi sinyal dan perangkat keras internal dan / atau anomali perangkat lunak. GR-474 menyediakan persyaratan generik mengusulkan agar Elemen Jaringan berhubungan dengan Patahan dan fungsi Manajemen Kinerja dalam transportasi dan switching (SPN) yang digunakan untuk surveilans alarm dan kontrol.GR-474 melengkapi kriteria terakhir dalam standar industri seperti ITU-T, Rekomendasi M.3100 G.707, G.709 dan, dan ANSI T1.


2. Prinsip kerja elemen-elemen jaringan  
 HUB
Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah
central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar
yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan
mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater dan Passive hub hanya bertindak sebagai kotak. Hub adalah central untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk
ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Cara kerja Hub yaitu pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal. Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host.

SWITCH
Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network.
Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

ROUTER
Router adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Prinsip kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain.

SERVER
Web Server atau Server web merupakan sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Jadi, pada dasarnya web server hanyalah sebuah perangkat lunak yang bisa saja berada di komputer apapun dengan spesifikasi apapun. PC biasapun dapat berfungsi sebagai web server.
Prinsip Kerja server yaitu:
1. Client disini dapat berupa komputer desktop dengan minimal memiliki browser dan terhubung ke web server melalui jaringan (intranet atau internet).
2. Komputer yang berfungsi sebagai server, dimana didalamnya terdapat perangkat lunak web server. Agar komputer ini dapat diakses oleh client maka komputer harus terhubung ke jaringan (intranet atau internet). Dalam jaringan internet, komputer ini bisa saja bernama www.google.com, www.bl.ac.id, atau memiliki kode komputer (disebut IP Address) seperti 202.10.20.10 dan 200.100.50.25.
3. Pertama-tama, client (user) akan meminta suatu halaman ke (web) server untuk ditampilkan di komputer client. Misalnya client mengetikkan suatu alamat (biasa disebut URL) di browser http://www.google.com. Client menekan tombol Enter atau klik tombol Go pada browser. Lalu apa yang terjadi? Melalui media jaringan (bisa internet, bisa intranet) dan melalui protokol http, akan dicarilah komputer bernama www.google.com. Jika ditemukan, maka seolah-olah terjadi permintaan, “hai google, ada client yang minta halaman utama nich, ada dimana halamannya?”. Inilah yang disebut request.
4. Sekarang dari sisi server (web server). Mendapat permintaan halaman utama google dari client, si server akan mencari-cari di komputernya halaman sesuai permintaan. Namanya juga mencari, kadang ketemu, kadang juga tidak ketemu. Jika ditemukan, maka halaman yang diminta akan dikirimkan ke client (si peminta), namun jika tidak ditemukan, maka server akan memberi pesan “404. Page Not Found”, yang artinya halaman tidak ditemukan.

3. Gambar untuk Elemen Jaringan

http://may11wind.files.wordpress.com/2010/04/ss1.jpg


4. Elemen-elemen Jaringan Komputer
Dalam sebuah jaringan komputer pada umumnya terdapat perangkat, media, dan layanan yang diikat oleh aturan yang bekerja sama untuk mengirim pesan. Kita menggunakan kata pesan sebagai sebuah istilah yang meliputi halaman web, e-mail, instant messages, panggilan telepon, dan bentuk komunikasi lain yang dimungkinkan di Internet. Pada tulisan ini, kita akan mempelajari tentang macam-macam pesan, perangkat, media, dan layanan yang memungkinkan komunikasi pesan tersebut. Kita juga akan mempelajari tentang aturan atau protokol yang mengikat elemen-elemen jaringan komputer ini bersama-sama.

network elements
 





Pada gambar di atas dapat dilihat 4 elemen jaringan komputer, yaitu:
* Aturan (rules)
* Media (medium)
* Pesan (messages)
* Perangkat (device)
Jaringan komputer dapat digambarkan secara grafis dan pada gambar berikut ini akan ditampilkan ikon-ikon yang mewakili perangkat jaringan komputer. Pada sisi kiri gambar di bawah ini diperlihatkan beberapa perangkat umum yang merupakan tempat asal pesan yang menjadi bagian dari komunikasi kita. Perangkat ini terdiri atas berbagai jenis komputer (PC dan laptop ikon akan ditampilkan), server, dan telepon IP. Pada jaringan area lokal perangkat ini biasanya dihubungkan dengan media LAN (wired atau wireless).
common data network symbol 
Sisi kanan gambar di atas memperlihatkan perangkat yang disebut dengan intermediate devices (perangkat perantara), yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola pesan dalam jaringan. Selain itu juga diperlihatkan simbol-simbol jaringan yang lain. Penjelasan ringkas mengenai intermediate device tersebut, sebagai berikut:
* Switch – perangkat umum yang digunakan untuk interkoneksi Local Area Networks (LAN).
* Firewall – menyediakan keamanan untuk jaringan.
* Router – membantu mengarahkan pesan saat melakukan perjalanan di jaringan.
* Wireless Router – router tipe khusus yang sering ditemukan di home networks.
* Cloud – digunakan untuk meringkas sekelompok perangkat jaringan, rincian yang mungkin tidak penting untuk didiskusikan.
* Serial Link – salah satu bentuk dari interkoneksi WAN, yang diwakili oleh petir berbentuk garis.
Agar jaringan dapat berfungsi, perangkat harus saling berhubungan. Dapat berupa koneksi jaringan kabel (wired) atau nirkabel (wireless). Dalam koneksi kabel, medianya dapat berupa tembaga yang membawa sinyal-sinyal listrik, atau serat optik yang membawa sinyal-sinyal cahaya. Dalam koneksi nirkabel, medianya adalah atmosfer bumi, atau ruang, dan sinyal gelombang mikro. Media tembaga termasuk di dalamnya kabel seperti kabel telepon twisted pair, kabel koaksial, atau kabel paling umum yang dikenal sebagai kabel Kategori 5 Unshielded Twisted Pair (UTP). Serat optik, helai tipis kaca atau plastik yang membawa sinyal cahaya, adalah bentuk lain dari media jaringan. Media nirkabel meliputi koneksi nirkabel rumah antara router nirkabel dan komputer dengan kartu jaringan nirkabel, koneksi nirkabel terestrial antara dua stasiun di darat, atau komunikasi antarperangkat di bumi dan satelit. Dalam perjalanannya di Internet, pesan akan melalui berbagai media.

Koneksi Jaringan 

Manusia sering berusaha untuk mengirim dan menerima berbagai pesan dengan menggunakan aplikasi komputer; aplikasi ini memerlukan layanan yang disediakan oleh jaringan. Layanan ini meliputi World Wide Web, e-mail, instant messaging, dan IP Telephony. Perangkat yang dihubungkan oleh media untuk menyediakan layanan harus diatur oleh aturan atau protokol. Dalam tabel berikut ini, diperlihatkan beberapa layanan umum dan protokol yang langsung berhubungan dengan layanan yang tercantum.
protocol and service
Protokol adalah aturan pada perangkat jaringan yang digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain. Standar industri di bidang jaringan komputer saat ini adalah seperangkat protokol yang disebut TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). TCP / IP digunakan di jaringan rumah dan bisnis, selain itu juga sebagai protokol utama Internet. Protokol TCP / IP yang menentukan format, pengalamatan dan mekanisme routing yang memastikan pesan kita dikirim ke penerima yang benar.

Sumber:
Cisco Networking Academy Exploration 1



 

Senin, 14 Mei 2012

Merancang Jaringan

  1. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer menurut [Bud05] adalah “himpunan “interkoneksi”
antara dua komputer autonomous atau lebih yang terhubung dengan media
transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless)”. Bila sebuah komputer dapat
membuat komputer lainnya restart, shutdown, atau melakukan kontrol lainnya,
maka komputer-komputer tersebut bukan autonomous (tidak melakukan kontrol
terhadap komputer lain dengan akses penuh).
Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling
bertukar data atau informasi, berbagai resource yang dimiliki, seperti file, printer,
media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk).
  • Jenis-Jenis Jaringan Komputer
Jenis- jenis jaringan ada dua yaitu:
1. Model peer to peer
Menurut model ini, setiap host dapat menawarkan layanan ke peer lain dan
juga mengambil layanan dari peer lain. Model ini cocok untuk jaringan kecil.
2. Model Client/Server
Model ini memisahkan secara jelas, mana yang dapat memberikan layanan
jaringan (server) dan mana yang hanya memberikan layanan (client). Beberapa
komputer diset-up sebagai server yang memberikan sumber daya (resource) dari
jaringan : printer, modem, dan saluran lainnya kepada komputer lain yang
dikoneksi kejaringan yang berfungsi sebagai client.
      2.  Definisi Perancangan
Dalam pembuatan sistem tentunya memerlukan suatu perancangan yang
tepat, yang mana perancangan tersebut dapat membuat suatu sistem menjadi lebih
baik. Adapun definisi dari perancangan yang diambil dari berbagai sumber,
mengemukakan bahwa :

Menurut [Jog89] dalam bukunya Analisis dan Desain, menjelaskan
bahwa: “Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran,
perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen
yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi”.

Dari definisi diatas, maka perancangan adalah pembuatan sketsa untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang dipilih dari
alternatif sistem yang terbaik.

     3. Merancang Jaringan Wireless

Teknologi wireless sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun aplikasi di lapangan terkesan masih terlalu lambat, beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat jaringan tanpa kabel ini adalah :

1. kenali lokasi, lokasi disini bisa indoor atau outdoor, untuk indor sepertinya tidak masalah, cukup dengan 1 atau 2 buah access point, tetapi lain halnya dengan outdoor, banyak hal yang mempengaruhi seperti interverensi signal dari access point tetangga, penghalang (gedung/pohon yang tinggi, sutet (walaupun sederhana tetapi pengaruhnya sangat besar sekali)

2. jika lokasi outdoor yang dipilih, maka pertimbangannya adalah :

Antenna -- antenna disini diperlukan untuk memancarkan signal radio frequensi 2,4 GHz, tidak diperlukan apabila menggunakan access point outdoor.
Access point -- jangan tergiur dengan power yang besar, karena banyak yang berpendapat bahwa power yang besar akan meningkatkan coverage area, hal ini tidak sepenuhnya salah, tetapi yang paling berperan adalah sensitivitas alat yang kita gunakan, semakin sensitif semakin baik walaupun dengan power yang kecil, untuk jarak sampai dengan 1 km cukup menggunakan power sebesar 200 - 400 mW
Tower -- berfungsi untuk menletakkan sekaligus mengarahkan antenna.
Kabel antenna -- diperlukan untuk menghubungkan antenna dengan access point, usahakan jangan terlalu panjang, ukuran 8 meter untuk jenis kabel RG-8 cukup memadai, lebih dari itu lost yang dihasilkan akan semakin besar dan berakibat signal dari AP tidak akan sampai ke antenna karena udah habis di jalan
Perhatikan polarisasi antenna -- simpel tapi kadang bikin BT, apabila berada di daerah yang tidak banyak signal AP, polarisasi vertikal masih bisa digunakan, lain halnya dengan daerah yang banyak signal AP tetangga yang bergentayangan. Perlu diingat, kebanyakan AP tetangga menggunakan polarisasi vertikal, jika menemukan hal seperti ini ganti polarisasi antena yang kita gunakan menjadi horizontal, dijamin interverensi gelombang radio dapat diminimalisir. banyak kasus ketika polarisasi antenna yang digunakan vertikal, signal yang didapat sangat lemah atau bahkan hilang sama sekali, tetapi ketika diubah menjadi horizontal, terjadi kenaikan yang sangat signifikan dalam peguatan signal
Tentukan arah antenna -- arah antenna sangat berpengaruh terhadap penerimaan signal radio, arah yang tepat akan memberikan tr/rx yang baik, perbedaan beberapa derajat saja akan menimbulkan pengaruh yang besar dalam hal tx/rx.
Penempatan antenna -- usahakan penempatan antenna secara LOS, atau dengan kata lain dapat terlihat secara visual, penghalang seperti gedung, pohon dll, akan mempengaruhi jarak/ coverage dari wireless network yang kita buat.
Gunakan server -- ini bertujuan untuk mengatur traffic dalam jaringan, bayangkan jika di perempatan jalan yang ramai tidak ada traffic light ?, seperti itulah keadaannya jika komunikasi data tidak diatur.

      4. Perancangan Jaringan Cisco Switch
Implementasi dari perangkat share ke perangkat switch mengalami evolusi selama beberapa tahun. Perancang jaringan awalnya mempunyai keterbatasan dalam pemilihan perangkat untuk membangun sebuah jaringan kampus atau jaringan antar LAN. Pesatnya perkembangan PC dan kebutuhan aplikasi klien-server membutuhkan pipa jaringan yang lebar dan cepat, terutama untuk aplikasi multimedia. Pemenuhan kebutuhan ini berevolusi dari pemakaian perangkat share-hub ke switch.

cisco 1

Gambar di atas menunjukkan sebuah strategi untuk mempertahankan infrastruktur kabel dengan pemakaian perangkat yang baru. Bermula dari pemakaian hub, digantikan dengan switch layer 2, switch layer 3, ATM, CDDI (Copper Data Distributed Interface) dan FDDI (Fiber Data Distributed Interface). Strategi dasar perancangan jaringan switch meliputi:
Switch LAN
Switch LAN adalah perangkat yang secara tipikal mempunyai beberapa port yang menghubungkan beberapa segmen LAN lain dan port pada switch ini berkecepatan tinggi (kita kenal 100Mbps untuk Ethernet, FDDI dan 155Mbps pada ATM). Sebuah switch mempunyai bandwidth yang dedicated untuk setiap portnya. Untuk kinerja yang tinggi biasanya satu port dipasang untuk satu workstation PC. Contoh sederhana seperti terlihat di gambar. 

cisco 2 
Ketika switch mulai bekerja maka pada saat yang sama setiap workstation memulai request data ke workstation lain (atau server), setiap request yang diterima ditampung oleh switch dan memfilter MAC address dan port yang tersambung dari masing-masing workstation, lalu disusun ke dalam sebuah tabel. Switch pada saat ini rata-rata mampu menampung tabel MAC address sebanyak 8000.

Ketika host A pada port 1 akan melakukan transfer data ke host B di port 2 switch akan mem-forward bingkai paket dari port 1 ke port 2. Pada saat yang bersamaan host C melakukan transmisi data ke host D maka komunikasi masing-masing tidak akan saling terganggu sebab switch telah menyediakan jalur logik dan fisik secara dedicated.
Ketika perangkat yang terhubung ke switch akan melakukan transmisi data ke sebuah host yang tidak termasuk dalam tabel MAC di atas maka switch akan mengalihkan bingkai data tersebut ke seluruh port dan tidak termasuk port asal data tersebut. Teknik ini disebut dengan flooding. Implementasi switch atau beberapa switch jika tanpa pertimbangan dan perancangan bisa menyebabkan jaringan lumpuh karena flooding ini (bayangkan jika flooding ini terjadi di share-hub).

Dalam jaringan TCP/IP setiap workstation juga mempunyai tabel MAC address, tabel ini biasa disebut dengan ARP (Address Resolution Protocol). Tabel ini disusun sebagai pasangan MAC address dengan IP address. Dengan tersambungnya workstation tersebut ke switch, pada saat workstation membroadcast ARP/NetBIOS untuk mencari pasangan MAC address dan IP address workstation lain akan dihadang oleh switch. Kondisi seperti ini menyebabkan nama workstation tidak bisa langsung tampil dalam jaringan Samba atau Windows. Solusi masalah fisik ini ditanggulangi dengan implementasi WINS server, setiap workstation mendaftarkan dirinya langsung ke WINS server dan WINS server akan menjawab setiap query dari broadcast ARP/NetBIOS.

Pertimbangan Perancangan dan Implementasi
Ada beberapa pertimbangan dalam perancangan jaringan dengan penggunaan teknologi switching yaitu  kelebihan switch LAN, kelebihan router, dan beberapa prinsip perancangan switch dan VLAN.

Kelebihan Switch

  • Switch dan Switch VLAN sama-sama bekerja di lapisan kedua lapisan OSI. Implementasi teknologi pada lapisan ini memberikan tiga kelebihan utama:
  • Bandwidth, switch LAN memberikan bandwidth yang dedicated untuk setiap dan antar portnya. Jika masing-masing port tersambung ke switch lagi atau share-hub maka tiap segmen tersebut mendapat alokasi bandwidth yang sama (contohnya adalah gambar implementasi VLAN di atas). Teknik ini biasa disebut dengan segmentasi mikro (microsegmenting).
  • VLAN, switch VLAN mampu membagi grup port secara fisik menjadi beberapa segmen LAN secara logik, masing-masing broadcast domain yang terjadi tidak akan saling mengganggu antar VLAN. VLAN ini sering juga disebut sebagai switched domains atau autonomous switching domains. Komunikasi antar VLAN membutuhkan router (berfungsi sebagai gateway masing-masing VLAN).
  • Otomatisasi pengenalan dan penerjemahan paket, salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Cisco adalah Automatic Paket Recognition and Translation (APaRT) yang berfungsi untuk menyediakan transparansi antara Ethernet dengan CDDI/FDDI. 
Kelebihan Router
  • Broadcast/Multicast Control, router mampu mengendalikan broadcast dan multicast dengan tiga cara yaitu dengan meng-cache alamat host, meng-cache layanan network-advertise dan menyediakan protokol khusus seperti Internet Group Message Protocol (IGMP) yang biasa dipakai dalam jaringan Multicast Backbone.
  • Broadcast Segmentation, untuk mencegah broadcast router juga bertanggungjawab dengan cara yang berlainan tergantung protokol yang dipakai misalnya dalam TCP/IP menggunakan proxy ARP dan protokol Internet Control Message Protocol (ICMP).
  • Media Transition, dalam jaringan heterogen router mampu menerjemahkan paket ke dalam media yang berbeda, dalam kondisi ini paket data di-fragmentasi oleh router karena perbedaan MTU.
Kelebihan VLAN
Isu utama implementasi VLAN dibandingkan jaringan hub/flat adalah scalability terhadap topologi jaringan dan penyederhanaan manajemen. Kelebihan yang ditawarkan pada VLAN adalah:
  • Broadcast control, layaknya switch biasa membatasai broadcast domain VLAN mampu membatasi broadcast dari masing-masing grup-grup VLAN, antar VLAN tidak terjadi broadcast silang.
  • Security, meskipun secara fisik berada dalam switch yang sama VLAN membentengi sebuah grup dari VLAN lain atau dari akses luar jaringan, selain itu implementasi firewall di routernya bisa dipasang juga.
  • Performance, pengelompokkan secara grup logik ini memberikan jalur data yang dedicated untuk setiap grup, otomatis masing-masing grup mendapat kinerja jalur data yang maksimum.
  • Management, prinsip logik pada VLAN memberikan kemudahan secara manajemen, seorang user dari satu grup VLAN yang berpindah lokasi tidak perlu lagi mengganti koneksi/sambungan ke switch, administrator cukup mengubah anggota grup VLAN tersebut (port baru masuk grup VLAN dan port lama dikeluarkan dari grup VLAN). 
    Implementasi VLAN Implementasi VLAN pada sebuah switch bisa dibedakan atas:
    • port, cara ini mengatur agar setiap port hanya mendukung satu VLAN, workstation dalam VLAN yang sama memperoleh sambungan switched dan komunikasi antar VLAN harus routedmelalui perangkat khusus router atau internal switch itu sendiri jika mendukung teknologi routing (perangkat ini sering disebut sebagai Switch Layer 3). Cara seperti ini sering disebut sebagai segment-based VLAN.
    • protokol, VLAN berdasarkan alamat network (OSI lapisan ketiga) memungkinkan topologi virtual untuk setiap protokol, dengan setiap protokol mempunyai rule, firewall dll. Routing antar VLAN akan terjadi secara otomatis tanpa tambahan perangkat router eksternal. Dengan kata lain VLAN ini membolehkan satu port menjadi beberapa VLAN. Cara seperti ini sering disebut sebagai virtual subnet VLAN.
    • user defined, cara ini bisa dianggap paling fleksibel, membolehkan switch membentuk VLAN atas dasar paket data, sebagai contoh VLAN disusun atas dasar MAC address.

         5. Cara Membuat Jaringan Ad hoc (Local Wi-Fi) di Windows 7

cara membuat jaringan Wireless Ad hoc / Wi-Fi lokal / Computer-to-computer di Windows 7. Ayo kita mengenal dulu apa itu Ad hoc.
“Ad hoc Network atau Jaringan Ad hoc (kadang-kadang disebut juga computer-to-computer network) adalah sebuah jaringan sementara (bukan permanen) yang digunakan untuk berbagi file, presentasi, atau kemampuan untuk bisa menggunakan koneksi internet antar beberapa komputer atau perangkat lainnya.” 
Jadi Ad hoc ini dapat digunakan untuk berbagi file dari satu komputer ke komputer yang lain atau bisa juga digunakan untuk bermain game multiplayer dengan jaringan Local Area Network. Misalkan bermain Counter Strike atau DotA.
untuk catatan:
  • Komputer atau perangkat yang ingin dihubungkan ke jaringan Ad hoc harus mempunyai kemampuan Wi-Fi.
  • Komputer atau perangkat harus berada dalam radius maksimum 30 kaki (9 Meter) dari komputer yang membuat jaringan (Server)
  • Jika kita membuat jaringan Ad hoc maka kita akan terputus dari semua jaringan wireless yang sudah terhubung dengan kita sebelumnya.
Sekarang ayo kita belajar cara membuatnya.
1. Pertama kita harus menuju ke Network and Sharing Center. Ada beberapa cara untuk bisa mencapai ke sana:Dari System Tray yaitu dengan klik kanan ikon komputer dan pilih “Open Network and Sharing Center.”
 

Dari Search Box di Start Menu dengan mengetikkan “network” dan pilih Network and Sharing Center
 
2. Ketika sudah sampai di Network and Sharing Center, pilih menu Set Up New Connection or Network lalu akan muncul window baru.

3. Pilih Set Up a Wireless Ad hoc (Computer-to-computer) Network. Biasanya pilihan ini ada di paling bawah.
4. Setelah akan keluar sekilas informasi tentang Ad hoc, jika mau dibaca silahkan jika langsung lanjut pilih nextlalu akan keluar jendela baru dengan form yang harus diisi.
Network Name: Nama Jaringan anda.
Password : Password untuk orang yang ingin masuk jaringan anda. Minimal 8 Karaketer.
Security Type : Tipe keamanan dari jaringan anda.
  • No authentication (OPEN) = Tidak pakai password
  • WEP = Teknologi pakai password, tapi sudah kuno. Digunakan untuk perangkat-perangkat atau komputer lama. Tidak disarankan.
  • WPA2-PERSONAL = Teknologi menggunakan password yang lebih modern.
5. Setelah selesai, maka Windows akan membuat dan ketika sudah selesai dibuat akan ada tampilan seperti dibawah ini: